Turishappy

Jalan Happy

Trip : Menjelajahi Pasar Amahami Bima, NTB

Matahari sudah mulai bersinar dengan terik, saat saya menjejakkan kaki di Pasar Amahami, kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Keberadaan pasar yang dibangun dengan modern ini memiliki nilai lebih. Pasalnya, pada bulan April 2016 silam, pasar tradisional ini diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi. Saya yang menjelajahi lorong demi lorong pasar ini kemudian merasa beruntung sekaligus kecewa…

Pasar yang diharapkan akan tampil dengan bersih justru tampil sebaliknya. Di sejumlah lorong, terutama lorong ikan basah, lantainya becek, kotor dan penuh dengan lalat yang beterbangan. Tentu hal ini berbanding terbalik dengan harapan Presiden Jokowi yang menginginkan pasar ini tampil dengan bersih. Tapi, namanya juga pasar pasti kotor? Ah… tidak juga. Di beberapa tempat, pasar tradisional juga tampil bersih, tanpa bau apalagi lalat…

Meski begitu, saya merasa sangat beruntung bisa menjejakkan kaki di pasar ini. Pasalnya, saya menemukan beberapa barang dagangan yang tak akan saya temui di Jakarta. Salah satunya adalah… Uta Maju.

Penjual Uta Maju di Pasar Amahami, Bima NTB

Uta Maju adalah makanan khas Bima, yaitu berupa daging rusa yang dikeringkan sehingga menjadi dendeng. Cara penyajiannya pun relatif mudah. Biasanya diiris tipis, kemudian dibumbui dengan asem dan garam. Kemudian ditumis bersama bawang merah, bawang putih dan cabe. Dengan nasi putih panas pun, Uta Maju sudah sangat nikmat disantap. Harga Uta Maju pun cukup mahal, mulai dari 200-300 ribu rupiah perkilogram.

Yang juga wajib dibeli daat berkunjung ke pasar tradisional di Bima adalah…. ikan asin!!! Saya menyukai ikan asin yang kecil dan rasanya tak begitu asin. Bahkan, cukup digoreng kering sudah sangat nikmat disantap. Ikan asin yang saya beli adalah seperti ikan teri, harganya 200 ribu rupiah perkilogram. Saya sih membelinya hanya setengah kilogram saja, dan sudah sangat banyak.

Turis Asing pun berbelanja di Pasar Amahami, Bima NTB

Mengunjungi pasar tradisional adalah salah satu kegiatan favorit saya saat mengunjungi sebuah daerah. Karena, di setiap pasar, denyut kehidupan akan terlihat jelas. Pun dengan kekuasaan perempuan yang sangat mendominasi. Maklum saja, di setiap pasar tradisional yang saya kunjungi, penjual perempuan sangat mendominasi. Mereka lah yang menggerakkan roda perekonomian di pasar dan di daerah tersebut.

Bahagia melayani pembeli

 

Karena tertawa adalah hak bagi mereka yang berjiwa

 

Fokus menghitung penghasilan

 

Tidur nyenyak di tengah riuhnya transaksi perdagangan

Bagi yang hendak mengunjungi pasar Tradisional, berikut tips dari saya :

  1. Gunakan alas kaki yang nyaman, tapi jangan sepatu hak tinggi ya.
  2. Bawa tas belanja sendiri untuk menghemat penggunaan plastik.
  3. Sebisa mungkin bawa uang pecahan kecil agar tidak ribet mencari kembalian.
  4. Jangan menawar dengan tega ya. Ingat, mereka ini pedagang kecil, cari makan. Bukan cari kaya….

Dari hasil penjelajahan di Pasar Amahami, Bima ini, saya berbelanja  biji kopi yang masih hijau, cengkeh, Biji Pala dan ikan teri saja. Sebenarnya masih mau belanja banyak, tapi khawatir kelebihan bagasi. Kamu suka belanja di Pasar Tradisional ngga sih? Biasanya apa yang dibeli sih? Cerita dong di sini….

 

 

 

1 Comment Trip : Menjelajahi Pasar Amahami Bima, NTB

  1. Rahmi

    Aku juga sukaa ikan asin, dimakan pakai sambal terasi, nyammmi. Kalo daging rusa sama sekali baru tau ada yang mengolahnya jadi makanan di Indonesia ini 😁😁

    Reply

Leave A Comment