Turishappy

Jalan Happy

Trip : Menjelajah Pantai Pink Bima, NTB

“Kita sudah sampai di pantai Pink,  nih Mbak, ” terang Supardin, nakhoda kapal kayu Aqua Star yang membawa saya menjelajahi pantai di Bima, NTB hari itu. Penjelasan Supardin, yang dikenal dengan julukan Bayu Bajo ini lantas membuat saya melihat sekeliling Pantai. Saya langsung kehabisan kata-kata.

Perintah Supardin agar saya dan rombongan keluarga untuk bersabar turun dari kapal tak kami indahkan. Maklum, sebagai warga Jakarta yang selalu rindu akan Pantai bagus, kami langsung menjadi norak. Ya…norak-norak bergembira lah judulnya……

Beberapa anak buah kapal Supardin juga belum selesai melabuhkan jangkar, saat saya menjejakkan kaki di bibir pantai. Kapal kayu yang saya naiki memang bisa merapat sampai bibir pantai, namun karena proses melabuhkan jangkar belum sempurna, saya langsung menginjakkan kaki di dalam air laut yang sangat jernih. Tak sampai lima meter berjalan, saya disambut dengan butiran pasir yang halus dan benar-benar berwarna…. pink, alias merah muda.

Sejatinya, Pantai yang terletak di Perairan Sape, Kabupaten Bima NTB ini bernama Pantai Torombala. Sebutan Pantai Pink yang melekat padanya, disebabkan pasirnya yang benar-benar berwarna pink. Saya pun penasaran tentang kisah di balik Pantai yang masih tergolong perawan ini….

Setelah lebih dari dua  jam perjalanan mengarungi lautan, akhirnya saya sampai di Pantai Pink. Sejujurnya, perjalanan tergolong berat, karena arus cukup kencang. Beruntung saya, Supardin, sang nakhoda begitu piawai mengemudikan kapal. Hingga di perjalanan saya tak sampai mabuk laut.

Papan bertuliskan Pantai Torombala menyambut saya. Sayangnya, tak ada informasi berarti mengenai Pantai yang lebih dikenal dengan sebutan Pantai Pink ini. Namun, dari berbagai informasi yang saya peroleh di dunia maya, Pantai Pink ini memang belum terjamah, pun dengan pemerintah Kabupaten Bima yang belum memperlihatkan keseriusannya untuk menggarapnya sebagai potensi wisata.

Dari hasil penelusuran saya di dunia maya, kawasan Pantai Pink Bima ini adalah kawasan konservasi Padang Savana dan cagar alam seluas 3.340 hektare yang masuk dalam perlindungan pemerintah. Mungkin (ini analisa saya) karena itu, pemerintah Kabupaten Bima sangat berhati-hati dalam mengembangkan Pantai Pink sebagai kawasan wisata.

Karena kawasannya masih sangat perawan, mirip dengan pantai pribadi, jangan harap ada fasilitas umum seperti toilet ataupun warung makan di sini. Saya bahkan sengaja membawa makanan dari rumah, demi bisa makan siang di sini. Namun, jangan khawatir, karena ada beberapa saung untuk berteduh di Pantai Pink ini. Setelah makan, saya dan rombongan membersihkan peranti makan juga sampah, yang kita bawa lagi ke perahu. Kesadaran ini tentu tumbuh dari hasil perjalanan saya bertahun-tahun. Apalagi, saya sedih melihat beberapa sudut di Pantai Pink, ditinggali sampah plastik oleh sejumlah pengunjungnya. Heran ya…padahal masuk ke sini ngga bayar aja, ngga punya kesadaran akan kebersihan.

Di Pantai Pink ini nyaris kegiatan yang dilakukan hanya sekedar berenang, bermain pasir juga snorkling yang alatnya saya bawa sendiri. Airnya luar biasa jernih sehingga bikin betah saat berenang. Ombaknya pun relatif tenang hingga tak membuat sakit badan saat berenang. Bagi yang gemar mengumpulkan bekas karang ataupun rumah kerang, di sini akan banyak ditemukan gundukannya. Ingat, tetap jaga kebersihannya ya…

Oiya, bagi yang berniat menjelajahi Pantai Pink beserta beberapa Pantai di perairan Sape Bima, harus menggunakan perahu yang layak. Saya menyewa sekitar 1,5 juta rupiah seharian, yang bisa dinaiki sekitar 20 orang, tapi tarif ini bisa berganti sesuai dengan waktu ya. Jangan lupa komunikasikan dengan jelas kemana saja tujuannya, dengan nakhodanya. Seringkali, lokasi yang dituju tak bisa dilewati karena arusnya mengkhawatirkan. Untuk menyewa kapal, saya rekomendasikan jasa Supriadin yang dikenal sebagai Bayu Bajo, pria asal Bajo Pulo ini bisa dihubungi di 082340827614

Tertarik ke Pantai Pink, Bima NTB? Siapkan tubuh, kocek serta pose yang menarik ya… Oiya, di mana sih pantai favorit kamu saat berlibur? Sharing dong di sini….

 

 

 

 

 

2 Comments Trip : Menjelajah Pantai Pink Bima, NTB

  1. Hilda Ikka

    Oh ternyata Pantai Pink masih perawan yaa. Bagus lah Mbak, biar nggak kedatangan turis yang membludak. Takutnya gak bisa menjaga kebersihan 😫

    Reply

Leave A Comment