Turishappy

Makan Happy

Kuliner Jakarta Selatan : Tamoya Udon One Bell Park

 

Udon, salah satu jenis Mi asal Jepang yang hadir dengan bentuk tebal dan agak lebar. Sesuai dengan standarnya di jepang, Udon memiliki ukuran yang ditentukan, misalnya Udon berbentuk bulat seperti pipa harus  harus berdiameter di atas 1,7 mm, sedangkan udon berbentuk pipih harus memiliki lebar di atas 1,7 mm. Di daerah asalnya di Jepang, udon adalah makanan rakyat, berharga murah dan juga menjadi pengganti nasi. Karena terbuat dari tepung terigu berprotein rendah ini, Udon menjadi santapan yang mengenyangkan.

Di Indonesia, makanan Udon baru hadir di gerai makanan sekelas Restauran, namun dengan harga yang tergolong terjangkau. Salah satu Restaurant Udon yang hadir di Indonesia adalah Tamoya Udon. Pendiri Tamoya udon sendiri adalah  Tamotsu Kurokawa, juara pertama kejuaraan Sanuki Udon di Jepang tahun 1996. Kelezatan Udon racikan Tamotsu Kurokawa ini kemudian menyebar ke berbagai negara. Selain Indonesia, Tamoya Udon ada di Singapura, Hongkong dan Malaysia.

Continue reading

Makan Happy

Kuliner Jakarta Barat : Kedai Kampong Medan

Kota Medan selalu punya tempat di hati saya. Bukan hanya karena akulturasi budaya yang ada di sana, tapi juga karena makanan khasnya. Di Medan, saya menemukan sebuah kepuasan tersendiri saat mencicipi berbagai macam kuliner yang ada.

Setiap ke Medan,  saya seringkali tidak sarapan di hotel atau kalau pun sarapan, hanya mencicipi buah dan jus, sebelum memulai petualangan lidah di kota ini. Tempat kuliner asyik di Medan favorit saya tentu saja Soto Sinar pagi, Seafood Wajir, Lontong kak Lin, atau Mie Keling. Beberapa kali ke Medan, saya tak pernah lupa setor muka dan lidah di tempat-tempat ini. Begitu berkesannya kuliner khas Medan yang saya cicipi di tempat asalnya membuat saya kerapkali dilanda kerinduan merasakan makanan yang kaya rempah ini. Continue reading

Jalan Happy

Menjemput Mentari Di Bagan Myanmar

 

Bunyi alarm yang disetel pukul 4.30 pagi membangunkan saya dari tidur yang begitu lelap. Segera saya beranjak dari kasur yang begitu nyaman di hotel yang saya tempati di Bagan, Myanmar. Kantuk yang masih tersisa berusaha saya hilangkan dengan membasuh muka. Berhasil? tentu tidak. Sejujurnya, saya masih ingin bermalas-malasan, menghilangkan kantuk dan lelah setelah malam sebelumnya berkeliling Bagan. Tapi… rasa masih ingin melanjutkan tidur kemudian terkalahkan dengan hasrat ingin melihat mentari pagi muncul di Bagan. Continue reading

Makan Happy

Kuliner Yogya : Sate Sapi Pak Prapto

Lokasinya yang berada di pinggir lapangan, ternyata tidak mengurangi kenikmatan saat menyantapnya.

Sate Sapi Karang Pak Prapto ini adalah salah satu makanan legendaris kota Yogya. Pak Prapto sebenarnya adalah generasi kedua yang berjualan sate sapi ini. Generasi pertamanya adalah Mbah Karyo yang mulai berjualan sejak tahun 1948 dan baru menetap di lapangan Karang ini sejak tahun 1955. Pada tahun 1980an, Pak Prapto meneruskan usaha ini dan melabeli dengan namanya. Saat ini, usahanya dipegang oleh anaknya, Tri Wahyono yang merupakan generasi ketiga.  Tempat berjualannya pun tergolong sederhana, hanya di pinggir lapangan dengan beralas tikar. tapi, pengunjungnya antre banget loh…. tapi, kalau mau duduk pun ada beberapa kursi plastik yang disediakan. Continue reading

Tidur Happy

Menginap Di Hotel Gino Feruchi Braga Bandung

Kalau Pidi baiq berkata “dan… Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis. Lebih jauh  dari itu, melibatkan perasaan!!”  Saya benar-benar setuju. Semua tentang Bandung selalu membuat rindu. Mulai dari makanannya, belanjanya sampai hotel-hotelnya. Maka, ketika Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung yang adalah seorang arsitek turun tangan membenahi Bandung, saya makin cinta sama kota ini.

Maka, ketika bulan Ramadhan lalu harus melakukan sebuah pekerjaan di Bandung, saya memilih menginap di hotel Gino Feruchi yang terletak di jantung jalan Braga. Wihh…segala kenangan masa lalu akan kota Bandung bikin saya betah berada di sini.

Continue reading